Dear, Pembaca
Alkisah…
Masih sayang banget sama mantan pacar yang kini ud punya pacar itu emang perbuatan hina sekelas kaleng rombeng. Bagi penderitanya pantes buat ditimpukin orang sekampung, sambil diteriakin kopet.
Sebagaimana halnya seorang saya, yang tumbuh dan berkembang secara sempurna namun kurang tinggi menderita kegalauan akut pengen balikan dengan sang mantan. Namun apadaya, sang mantan (“dia”) proper dengan statusnya sebagai pacar orang.
Suatu ketika saat hubungan dia dengan lakinya (“kutu”) lg kurang mesra. Satu hal yang pasti saya harapin adalah dia putus dengan kutu. Kemudian saya sigap menyediakan bahu dan dada bidang ini sebagai tempat dia bersandar dan mengadu. Kemudian berujung pada kata “balikan yuk!”. Namun, terkadang harapan memang tidak segendang seirama dengan kenyataan.
Udah sebulan lebih saya kembali mesra sama dia. Sms-an dan teleponan pake paket obral-obrol pun udah jadi hal rutin tiap hari. Saling mengabari, manja-manjaan, bahkan dirty talk-pun kembali terjalin. Sungguh aduhai rasanya.
Di tengah bulan yang penuh kemesraan, ada moment dimana saya pergi jalan-jalan sejenak ke luar kota. Tak sedetik pun pikiran ini beralih darinya. Kemanapun kaki ini melangkah, disitu pula bayangannya melayang. Entah demit atau orang, dia tetap pujaan saya.
Oleh-oleh khas kota tersebut tentunya ga ketinggalan saya beliin buat dia, ini buktinya:
a). Kerupuk Kemplang
b). Keripik Pisang "Kepo"
Sekian dan terima kasih,
Regards,
Kutcher
The Associate