Selasa, 08 Maret 2011

Keyakinan Liberal, diantara Permainan Logika dan Konspirasi


Entah kenapa kali ini saya tertarik untuk membahas masalah lama, teori klasik yg kini semakin menggemuk dan tampak subur. Entah karena asupan politik yg kian sehat, atau maya yg lingkupnya kian menjaring. Atau mungkin karena keduanya saling sinergis.

Dari akses yg semakin luas, ajaran pun makin menggema. Terdengung indah, terkemas manis. Walau buah karya hasil manusia biasa, dengan logika berpikir yg kemanusia-manusiaan. Siapa coba yg nggak terbuai?!


Yaa.. mungkin karena kisruh politik, yg tiap hari hangat diomongin di koran, tv, atau jejaring. Sekaligus cuap-cuap kaum pemikir dengan topik bawaannya yg melulu menjunjung tinggi kebebasan dengan mengkerdilkan nilai yg lain. Makanya saya tertarik untuk ikut-ikutan komentar disini.

Tema besarnya adalah masalah politik yg tanpa sengaja menyeret perang ideologi /keyakinan, atau lebih tepatnya cara dalam meyakini. Dimulai dari: 1). Kaget, baru tau kalau Sang Penggagas yang Berjiwa Penuh Toleransi dan Bermulut Manis itu ternyata partisan dan berkedudukan (berarti akses lebih dari cukup). Damn!!; 2). Sikut-sikutan antar partai (bukan untuk kepentingan rakyat pastinya), yang awalnya murni politik, sekarang nyeret perang ideologi. Entah murni yg diserang partainya atau aliran yg merefleksikan suatu ajarannya?! Silahkan anda nilai sendiri ; 3). Napsu menggebu bangat sangat amat Sang Penggagas dan teman sesama founder, buat menggulingkan dan mereplace posisi strategis. Mungkin lagi-lagi demi akses yg lebih baik.


Salah seorang temen komentar soal Liberal, dia bilang "Yg namanya liberal ya intinya bebas. Kalo liberal gw ga masalah, tapi kalo udah bawa-bawa soal agama, baru dah gw bingung. Agama mana coba yg liberal?? Yg namanya agama kan ga bebas, semua ada batasannya." Nah, sekarang saya mungkin bisa balikin ke anda semua yg menjunjung kebebasan dan toleransi, atau nama lainnya aliran ke-liberal-liberal-an. Keyakinan anda yg menghasilkan ajaran suci sekaligus aturan itu, mau ga di-liberal-in?!?

Dan lagi, temen saya bilang "Demi apa sih mereka rusak2 aqidah gitu? Duit?" <--- Nah.. untuk yang satu ini, coba tanyakan pada rumput yang bergoyang! Pokoknya, entah mereka sebuah jaringan, atau antek, atau mungkin sebuah program untuk melemahkan ukuwah. Yang pasti saya (dan teman saya yg komentar barusan) berbeda jalan dengan mereka, yg semuanya dinilai pake logika. Masa agama dilogikain. Beda pondasi. Agama dasarnya iman. Klo pemikiran pake akal dan logika. Klo dasarnya emang goyang iman, mending ga usah berlogika soal agama. Maksa jatohnya! Demikian!!

Minggu, 06 Maret 2011

Ragam Blogger


Dahulu saya pernah mengklasifikasikan blogger berdasarkan jenis kontennya ke dalam beberapa golongan (kalau tidak boleh menyebutnya kasta). Berikut akan saya sebut tanpa maksud menghierarkikan golongan. Namun apa boleh buat, secara tidak tak sengaja saya buat seolah-olah berhierarki:

  1. Blogger Pemikir, yang isi blognya ilmiah. Tentang materi-materi pelajaran atau topik-topik serius. Kebanyakan yg nulis punya titel serenceng, panjang berentet. Baik lulusan luar negeri, maupun dalem negeri. Asal punya titel panjang, anda bebas sok pinter, bikin dalil, dan bakal dianggap bener. Tujuannya cuma satu: Pencitraan ;
  2. Blogger Penyalur Bakat/Hobi, yang isi blognya biasanya hasil buah karya pribadi yang siap dinarsiskan atau dipamerkan ke orang banyak. Misal hobinya potograpi, maka dia bakal mamerin hasil jepretannya yg cihuy-cihuy. Atau bisa juga berisikan tips menarik wa solutif dari bakat si blogger itu sendiri. Sukur-sukur tips murni dari dirinya sendiri, atau mentok2 comot sana-sini dari blog orang/sumber lain ;
  3. Blogger Kesepian. Naah.. Blogger macam ini isi blognya segala unek-unek, dan beragam curhatan labil. Dia seolah-olah hidup sebatang kara, melankolis, dan cukup sensitif. Ga punya teman berjiwa dan beraga untuk diajak sharing. Biasanya hatinya penuh luka, pilu, dan hasrat mengurai kisah unyu-unyu begitu besar. Berharap ceritanya lucu dan selera ABG, siapa tau beruntung bisa dibukuin dan dibikin pilem ; (harap jgn merujuk ke siapa2, #kode)
  4. Blogger Pedagang, yang isi blognya barang dagangan semua. Penuh display barang2 menarik, baik baju, aksesoris, sepatu, atau bahkan sex toys. Ini sebenernya blogger oportunis. Dengan ciri sapaan hangat dan ucapan mesra kepada si customer, "Hii, Sis.. Mau androk warna apa??" Dia berhasil meluluhkan pelanggan buat beli barang dagangan selusin ;
  5. Blogger Plagiat. Isi blognya kopian semua. Rajin posting udah kaya ngejar ISO. Tapi isinya kutipan semua. Nyoohh!; dan
  6. Blogger Lain-Lain.

Mungkin masih banyak jenis blogger lain yang bisa kita temuin, sebagaimana mengikuti perkembangan musim dan sekaligus selera Menkominfo. Untuk itu, golongan blogger di luar yang disebutkan di atas, Saya masukkan ke jenis "Blogger Lain-Lain".

Demikian sekilas pembahasan tentang klasifikasi blogger berdasarkan kontennya. Tidak bermaksud mengunggulkan salah satu dengan yang lainnya. Karena pun saya mungkin masuk diantaranya golongan kurang mutu, karena disitulah selera saya.


______________
Salam, Kutcer yg kurang bermutu.