Entah kenapa kali ini saya tertarik untuk membahas masalah lama, teori klasik yg kini semakin menggemuk dan tampak subur. Entah karena asupan politik yg kian sehat, atau maya yg lingkupnya kian menjaring. Atau mungkin karena keduanya saling sinergis.
Dari akses yg semakin luas, ajaran pun makin menggema. Terdengung indah, terkemas manis. Walau buah karya hasil manusia biasa, dengan logika berpikir yg kemanusia-manusiaan. Siapa coba yg nggak terbuai?!
Yaa.. mungkin karena kisruh politik, yg tiap hari hangat diomongin di koran, tv, atau jejaring. Sekaligus cuap-cuap kaum pemikir dengan topik bawaannya yg melulu menjunjung tinggi kebebasan dengan mengkerdilkan nilai yg lain. Makanya saya tertarik untuk ikut-ikutan komentar disini.
Tema besarnya adalah masalah politik yg tanpa sengaja menyeret perang ideologi /keyakinan, atau lebih tepatnya cara dalam meyakini. Dimulai dari: 1). Kaget, baru tau kalau Sang Penggagas yang Berjiwa Penuh Toleransi dan Bermulut Manis itu ternyata partisan dan berkedudukan (berarti akses lebih dari cukup). Damn!!; 2). Sikut-sikutan antar partai (bukan untuk kepentingan rakyat pastinya), yang awalnya murni politik, sekarang nyeret perang ideologi. Entah murni yg diserang partainya atau aliran yg merefleksikan suatu ajarannya?! Silahkan anda nilai sendiri ; 3). Napsu menggebu bangat sangat amat Sang Penggagas dan teman sesama founder, buat menggulingkan dan mereplace posisi strategis. Mungkin lagi-lagi demi akses yg lebih baik.
Salah seorang temen komentar soal Liberal, dia bilang "Yg namanya liberal ya intinya bebas. Kalo liberal gw ga masalah, tapi kalo udah bawa-bawa soal agama, baru dah gw bingung. Agama mana coba yg liberal?? Yg namanya agama kan ga bebas, semua ada batasannya." Nah, sekarang saya mungkin bisa balikin ke anda semua yg menjunjung kebebasan dan toleransi, atau nama lainnya aliran ke-liberal-liberal-an. Keyakinan anda yg menghasilkan ajaran suci sekaligus aturan itu, mau ga di-liberal-in?!?
Dan lagi, temen saya bilang "Demi apa sih mereka rusak2 aqidah gitu? Duit?" <--- Nah.. untuk yang satu ini, coba tanyakan pada rumput yang bergoyang! Pokoknya, entah mereka sebuah jaringan, atau antek, atau mungkin sebuah program untuk melemahkan ukuwah. Yang pasti saya (dan teman saya yg komentar barusan) berbeda jalan dengan mereka, yg semuanya dinilai pake logika. Masa agama dilogikain. Beda pondasi. Agama dasarnya iman. Klo pemikiran pake akal dan logika. Klo dasarnya emang goyang iman, mending ga usah berlogika soal agama. Maksa jatohnya! Demikian!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar