Senin, 21 Februari 2011

Singgah (Sedang Unyu)


Mungkin anda semua sudah tau, rasa senang dan bahagia begitu nyaman.

Namun terkadang anda pura-pura tidak tau,

kalau rasa itu memiliki masa dalam waktu,

dan batas dalam kondisi.

Karena anda enggan beranjak dari kenyamanan.


Mungkin anda sudah tau, rasa sakit dan kesedihan begitu memilu.

Namun terkadang anda dipaksa tidak tau,

kalau rasa itu juga memiliki masa dan batas.

Karena batin anda, telah dibajak oleh lara,

yang tak logis dan membutakan nyata.


Yaa, senang dan nyaman baru saja hinggap dalam beberapa hari terakhir.

Namun kini, telah berganti dengan sakit dan pilu.

Terduga sebelumnya, tak kaget sekaligus heran.

Paham akan akhir,

Master dalam kondisi.

Namun, jenis rasa tetap tak berubah,

menyakitkan.


Katanya kesibukan jadi solusi?

Bagaimana kalau memang tak ada kesibukan?

Apakah menjadi tak bersolusi?

Mungkin jawabannya hanya satu,

yaitu waktu.

Biar waktu yang mengurai.


Namun lagi-lagi waktu memiliki masa,

masa yang harus dilewati.

Baik, kalau masa itu berupa sukacita.

Tapi suram apabila masa itu berupa duka.

Konsekuensi? Ya.. konsekuensi.

Apalagi kalau bukan permainan Cinta.



Walau saya tau dia milik siapa.

Tapi saya pun tak bisa abaikan hati ini berkata apa.

Walau baginya ini hanya persinggahan,

Tapi bagi saya ini pengorbanan.

Pengorbanan dari rasa senang sekaligus bahagia,

Senyum sekaligus tawa, walau saya tau hanya sesaat.

Dan kini (kembali) berakhir.


Kutcher - yang sedang tidak senyum apalagi tertawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar